Kamis, 21 Januari 2016

Curangi Diet Sehari Boleh, Tapi Sebaiknya Tetap Hindari Junk Food

Curangi Diet Sehari Boleh, Tapi Sebaiknya Tetap Hindari Junk Food
Foto: Dok. Thinkstock

Jakarta, Memiliki satu hari curang dalam program diet di mana kita bisa mengonsumsi makanan yang kita mau tanpa khawatir sebetulnya dianjurkan oleh ahli. Hal ini disebut memiliki efek positif dalam program diet jangka panjang karena bisa mengembalikan motivasi seseorang yang mungkin bosan berdiet.



Tapi meski demikian Profesor Margaret Morris dari New South Wales mengingatkan hari curang bukan berarti boleh benar-benar bebas makan. Ada satu jenis makanan yang sebaiknya tetap dihindari yaitu junk food atau makanan olahan yang tinggi lemak dan gula.
Disebut oleh Morris mengonsumsi junk food sekali atau beberapa kali dalam seminggu sama-sama tak baik untuk kesehatan terutama kondisi bioma mikro perut. Tes yang dilakukan pada tikus menunjukkan junk food dapat mengurangi jumlah bakteri baik yang ada.



"Jadi kalau hal yang sama juga terjadi pada manusia yang sudah bersusah payah mencoba sehat sepanjang minggu, tapi akhir pekan lepas kontrol. Ini bisa berarti mereka tak melindungi perut mereka sebaik yang mereka inginkan," kata Morris seperti dikutip dari ABC Australia pada Kamis (21/1/2016).



Morris menjelaskan bahwa efek berubahnya biota mikro di perut terhadap manusianya bisa bermacam-macam. Berbagai macam studi menunjukkan bahwa para mikroba ini punya pengaruh pada otak sehingga mungkin saja efeknya berimbas pada kesehatan mental.



"Ada beberapa petunjuk yang memperlihatkan bahwa rasa depresi dan kecemasan pada manusia memiliki kaitan dengan biota di perut," pungkas Morris.

Ya, menurut studi yang dilakukan oleh para peneliti dari Tilburg University dan The Catholic University of Portugal menyebutkan bahwa memberi waktu tubuh untuk 'curang' alias cheat day dapat memberi dorongan emosional dan meningkatkan motivasi diet. Hal ini bahkan disebutkan memberi efek yang positif bagi diet jangka panjang.

"Tapi ingat, kecurangan ini tetap harus direncanakan terlebih dahulu dan jangan dilakukan sembarangan," tulis para peneliti, seperti dikutip dari Journal of Consumer Psychology, Rabu (20/1/2016).

Dalam studi ini, 36 responden pria dan wanita dilibatkan. Mereka dibagi menjadi dua kelompok dan diberi program diet khusus selama dua pekan. Kelompok pertama menerapkan diet 1.500 kalori terus-menerus selama waktu tersebut, sementara kelompok kedua diberi waktu untuk makan bebas alias 'cheat day' sekali dalam seminggu. 

Setelah menyelesaikan tugas tersebut, mereka kembali diuji. Para peneliti menemukan bahwa kelompok pertama justru cepat bosan dan memiliki mood yang cenderung negatif. Mereka juga lebih mudah menyerah dan tak termotivasi untuk melakukan diet serupa kembali. 

Sebaliknya, mereka yang berada pada kelompok kedua tampak lebih menikmati diet tersebut. Mood dan motivasi mereka dalam menjalani diet sehat juga lebih stabil, sehingga penurunan berat badan yang dialami lebih signifikan.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Online Project management